Sabtu, 19 November 2011

makalah dasar-dasar pendidikan


KATA PENGANTAR

Terlebih dahulu kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan karunia-Nya jualah kami dapat menyusun makalah “Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan”.
Dasar-dasar ilmu pendidikan merupakan salah satu mata kuliah yang harus dipelajari oleh seluruh mahasiswa STAI Muhammadiyah Jurusan PAI MADIN.
Makalah ini terdiri atas empat bahasan. Bahasan pertama menguraikan tentang isi pendidikan, bahasan kedua tentang metode pendidikan, bahasan ketiga tentang pengertian ilmu bantu pendidikan, dan bahasan keempat tentang macam ilmu bantu pendidikan.
Tujuan dibuat makalah ini yang pertama untuk memenuhi salah satu tugas  mata kuliah “Ilmu Pendidikan”, yang kedua untuk membantu mahasiswa dalam pemantapan kuliah “Ilmu Pendidikan”. Selain itu, makalah ini dapat dipakai sebagai salah satu rujukan, baik bagi dosen maupun mahasiswa yang berkecimpung di dalam bidang pendidikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, setiap saran dan kritik-kritik yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini sangat kami harapkan.
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang memberikan saran-saran untuk penyempurnaan makalah ini.












BAB I
PENDAHULUAN

A.    ISI PENDIDIKAN
1.         Pengertian Isi Pendidikan
 Pendidikan dilaksanakan di dalam suatu kesatuan hidup bersama (masyarakat). Sifat sosial manusia menjadi dasar bagi kesatuan hidup bersama itu, dan makna kehidupan manusia ditentukan oleh nilai-nilai hidup (nilai-nilai kemanusiaan) yang mendasari persatuan hidup bersama itu.
Tujuan akhir pendidikan ialah anak didik menjadi pribadi dewasa susila; pribadi yang memiliki, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya. Oleh karena itu, Driyarkara menyatakan bahwa pendidikan  merupakan pengejaran dan pelaksanaan niali-nilai. Jadi, isi pendidikan ialah tindakan-tindakan yang membawa anak didik mengalami, menghayati nilai-nilai kemanusiaan, sehingga anak didik membangun nilai-nilai kemanusiaan dalam kepribadiannya.

2.         Macam-Macam Isi Pendidikan
a.         Pendidikan jasmani dan keterampilan
Pendidikan jasmani dan keterampilan ini mencakup pertumbuhan fisik yang sehat, kelincahan, keterampilan, menggunakan anggota badan berkaitan dengan makanan, minuman, udara segar, istirahat, pakaian, perumahan, seks. Tujuannya agar anak didik menerima, menghargai, merawat dan melatih tubuhnya.
b.        Pendidikan seni (kesenian)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan tumbuhnya rasa seni, senang akan keharmonisan, keteraturan dan kebutuhan dalam diri anak. Tujuannya agar anak didik mengembangkan rasa keindahan.
c.         Pendidikan intelektual
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan realisasi kemampuan intelektual anak didik dalam memecahkan masalah konkrit yang dihadapi sehari-hari. Tujuannya agar anak didik mengembangkan kemampaun berpikir dan cara mengatasi persoalan secara tepat.
d.        Pendidikan moral (kesusilaan)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan berkembangnya kesadaran diri, pemahaman akan orang lain, lingkungan serta norma yang dianut masyarakat. Tujuannya agar anak didik mengerti diri dan kedudukannya sebagai warga masyarakat, mampu berhubungan dengan orang lain secara wajar, memahami apa yang baik dan apa yang buruk dan memiliki kata hati untuk dapat menentukan sendiri.
e.         Pendidikan religius (agama)
Kegiatan-kegiatan pendidikan yang mengutamakan pembentukan keyakinan rohani akan kehidupan kekal, hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tujuannya agar anak didik mengalami, menghayati keagungan, kemurahan Tuhan bagi hidupnya.















BAB II
PEMBAHASAN


B.     METODE PENDIDIKAN
1.         Pengertian Metode Pendidikan
a.         Batasan
Metode pendidikan berarti pemahaman pendidik akan cara-cara melaksanakan kegiatan pendidikan, dan pendidik trampil menggunakan cara-cara tersebut dalam menuntun anak didik mencapai tujuan pendidikan tertentu. Misalnya, guru harus menguasai dan terampil menggunakan berbagai metode mengajar. Oleh karena itu, guru mempelajari Ilmu Mengajar (Didaktik).
Dalam batasan di atas dapat dilihat azas dasar berikut ini:
1)      Pendidik menguasai cara-cara melaksanakan kegiatan pendidikan;
2)      Cara-cara tertentu dipilih dan digunakan dalam menuntun anak didik mencapai tujuan tertentu;
3)      Cara-cara itu memuat pula aspek menilai pencapaian tujuan oleh anak didik.

b.        Pertimbangan dalam menggunakan metode
Metode merupakan alat pendidikan dalam menuntun anak didik mencapai tujuan pendidikan tertentu. Proses pendidikan melibatkan pendidik, anak didik di dalam lingkungan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu pula. Oleh karena itu pendidik harus mempertimbangkan aspek-aspek berikut ini:
1)      Tujuan yang hendak dicapai
2)      Lingkungan pendidikan dan peralatan (alat bantu)
3)      System pendidikan
4)      Kebutuhan anak didik
5)      Kemampuan pendidik

2.         Macam-Macam Metode Pendidikan
a.         Metode yang umum
Metode ini dikenal dan dikuasai serta digunakan oleh semua pendidik lewat pengalaman (tak perlu pendidikan khusus). Metode ini ialah latihan dan meniru. Latihan untuk membiasakan anak didik menguasai tujuan tertentu disertai kegiatan anak didik meniru apa yang dilakukan oleh pendidik. Tujuan yang hendak dicapai oleh anak didik sudah dikuasai dan dipraktekkan sendiri oleh pendidik sehari-hari.
b.        Metode yang secara khusus dipelajari oleh pendidik
Para pendidik di sekolah harus mempelajari lebih dahulu metode-metode. Calon guru mempelajari Ilmu Mengajar (Didaktik) untuk menguasai metode-metode mengajar seperti ceramah, diskusi, bermain peran. Calon konselor mempelajari bimbingan dan konseling untuk menguasai metode-metode seperti wawancara, studi kasus, observasi.
c.         Metode yang khusus digunakan untuk menilai pelaksanaan program pendidikan
Metode ini digunakan dalam rangka pengembangan pendidikan, biasanya disebut metode penelitian pendidikan. Metode-Metode ini antara lain, survey, eksperimen yang menggunakan alat ukur seperti tes, wawancara, observasi, kuesioner dan lain-lain.

C.      PENGERTIAN ILMU BANTU
Pendidikan merupakan usaha kerja sama antara pendidik dan anak didik dalam suatu kesatuan hidup bersama, dan bertujuan membantu anak didik mencapai pribadi dewasa susila.
Ilmu bantu dalam pendidikan dapat diartikan ilmu yang digunakan untuk membantu menyempurnakan azas-azas pendidikan.

D.      MACAM ILMU BANTU DALAM PENDIDIKAN
1.         Filsafat Pendidikan
Yang dimaksud dengan Filsafat Pendidikan ialah analisis filosofis tentang gejala (praktek) pendidikan.
a.         Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan nasional ialah membentuk warga negara yang memiliki, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
b.        Pandangan kritis terhadap subjek pendidikan
Dengan analisis filosofis kita menemukan bahwa pendidikan harus bersifat personalistis. Dengan demikian kita memandang pendidik dan anak didik, masing-masing sebagai aku pribadi dan aku sosial.
Pendidik adalah orang yang sudah memiliki aku pribadi-sosial yang susila. Pendidik memiliki pribadi yang menjadi panutan. Sedangkan anak didik adalah orang yang sedang membentuk aku pribadi-sosial yang susila dalam tuntunan, bimbingan pendidik.
c.         Kebijakan dalam pendidikan
Salah satu pertanyaan utama dalam praktek pendidikan ialah manakah kebijakan pendidikan yang baik?
Dengan analisis filosofis kita berusaha menemukan apakah kebijakan pendidikan sudah memuat nilai-nilai yang kita anut, dan sudah sesuai dengan teori yang kita yakini. Jika tidak, maka kebijakan itu perlu diperbaiki. Jadi, analisis filosofis membantu kita menemukan dasar yang benar untuk menetapkan kebijakan pendidikan, yang juga konsisten dengan teori yang kita yakini. Sebagai penutup kita kutip kembali batasan Driyarkara tentang pendidikan, yaitu: pendidikan adalah pemanusiaan manusia muda.

2.         Sosiologi Pendidikan
Yang dimaksud dengan sosiologi pendidikan ialah proses yang dialami oleh pendidik dan anak didik di dalam keluarga, lingkungan tetangga, kampung, sekolah, dan lain kelompok di mana anak didik menjadi anggotanya.
a.         Tujuan pendidikan
Analisis sosiologis tentang praktek pendidikan membantu kita untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan anak didik sebagai warga masyarakat, dan merumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
b.        Pandangan kritis terhadap subjek pendidikan
Analisis sosiologis membantu kita menemukan apakah kemampuan individu dan kemampuan lingkungan sosial memberikan kerja sama secara harmonis sehingga melahirkan interaksi sosial yang baik. Anak didik dan pendidik masing-masing sebagai pribadi sekaligus anggota kelompok akan berpartisipasi dalam kerja sama yang bergantung pada reaksi satu sama lainnya.
c.         Kebijakan dalam pendidikan
Analisis sosiologis tentang pendidikan mengutamakan perubahan menyeluruh dalam diri anak didik sehingga ia dapat mengadakan penyesuaian sosial yang baik. Pendidikan sekolah harus terbuka bagi semua anak didik dan ada kerja sama antara anak didik dan pendidik, antara pendidik di sekolah dan orang tua, serta kelompok-kelompok sosial lain.


3.         Psikologi Pendidikan
Analisis psikologis membantu kita memahami struktur psikologis anak didik dan kegiatan-kegiatannya, sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan secara efektif.
a.         Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan yang dinyatakan berdasarkan analisis psikologis memberi tuntunan bagi pendidik dan anak didik tentang apa yang hendak dicapai, kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan, dan tentang kemajuan yang dicapai oleh anak didik.
b.        Pandangan kritis terhadap subjek pendidikan
Analisis psikologis menyatakan bahwa setiap individu manusia mempunyai struktur rohani-jasmani dalam kesatuan yang dinamis, yang secara terus-menerus mengadakan penyesuaian diri. Anak didik mempunyai kemampuan-kemampuan fisik seperti motoris, penginderaan, dan kemampuan psikis seperti intelegensi, kemauan, minat, perasaan.
c.         Kebijakan dalam pendidikan
Pemahaman akan perkembangan kemampuan penyesuaian diri anak didik membantu kita dalam menetapkan kebijakan pendidikan.
















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

A.      Isi Pendidikan
Isi pendidikan merupakan proses pendidikan yang membawa anak didik mengalami, menghayati perbuatan yang membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi hidupnya bersama orang lain.

B.       Metode Pendidikan
Metode pendidikan berarti pemahaman pendidikan akan cara-cara melaksanakan kegiatan pendidikan dan pendidik terampil menggunakan cara-cara tersebut dalam menuntun anak didik mencapai tujuan pendidikan.

C.      Pengertian Ilmu Bantu Pendidikan
Ilmu bantu pendidikan berarti ilmu yang digunakan untuk membantu dalam pendidikan dan menyempurnakan azas-azas pendidikan.

D.      Macam Ilmu Bantu Pendidikan
Ada 3 (tiga) macam ilmu bantu pendidikan, yang pertama Filsafat Pendidikan, yang kedua Sosiologi Pendidikan dan yang ketiga Psikologi Pendidikan.

E.     Setelah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini, kami harapkan saran dan kritik dari bapak pembimbing dan rekan-rekan sekalian demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membaca. Amien.

DAFTAR PUSTAKA


- Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional

- Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Al-Ma’arif, 1987

- Kosim. Moh, Buku Ajar Pengantar Pendidikan, STAIN Pamekasan Press, 2006


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar